Selasa, 17 Oktober 2017

Analisa Teknologi Drone

Drone adalah pesawat tanpa awak kapal yang dikendalikan dari jarak jauh. Drone merupakan perkembangan  tekhnologi militer yang digunakan untuk memata – matai musuh, tapi kini Drone non militer menjadi hobi baru, penggunanya juga sangat beragam mulai dari anak sekolah hingga profesional.
Fungsi Drone
Drone atau pesawat tanpa awak selain digunakan untuk militer sudah mulai dikembangkan untuk misi pencarian dan penyelamatan.
Pesawat drone juga sudah mulai dikembangkan untuk keperluan jurnalistik, misalnya  untuk memotret, merekam video dan pengumpulan data. Selain itu  juga mulai dipergunakan untuk pengiriman barang dan makanan.
Fungsi drone bisa dikembangkan oleh siapa saja yang memiliki keahlian khusus, digunakan untuk apa dan seperti apa pengendaliannya. Belakangan ini drone masih dikendalikan secara manual atau menggunakan remote kontrol. Namun  sekarang drone bisa dikendalikan secara semi otomatasi menggunakan sistem algoritma pada unit kontrol drone itu sendiri.
Jenis Jenis Drone
Drone ada 2 jenis (Berdasarkan baling baling)  :
  • Fixed wing Drone ( Tunggal)
Drone jenis ini berbentuk seperti pesawat komersial dan digunakan untuk proses yang cepat, daya jangkau lebih cepat serta lebih luas, biasanya untuk pemetaan (mapping) atau  konsepnya seperti scaning. Drone jenis Fixed wins memiliki Energi lebih irit baterai karena single baling baling.
  • Multicopter Drone (Multi)

Untuk Anda yang ingin membuat video yang bagus sangat cocok memilih drone yang multi copter dikarenakan Lebih stabil dan daya angkut serta kekuatan untuk mengangkat beban (kemera) bisa yang lebih berat. Semakin banyak baling baling semakin stabil dan lebih aman.
 


Istilah- istilah pada Drone, sebagai berikut :

  • TriCopter : Sebuah drone yang mempunyai 3 Motor, dan 3 Baling – Baling
  • Quadcopter : Sebuah Drone yang mempunyai 4 Motor dan 4 Baling – Baling
  • Hexacopter : Sebuah Drone yang mempunyai 6 Motor dan 6 Baling – Baling
  • Octocopter : Sebuah Drone yang mempunyai 8 Motor dan 8 Baling – Baling
  • RTF : Ready to Fly atau, pesawat sudah lengkap siap terbang, tanpa ada konfigurasi khusus
  • Gyro Axis : Gyro Axis adalah sebuah sensor yang dapat membuat Drone menjadi stabil
  • 4 Channel : Terbang ke atas, terbang ke bawah, terbang ke samping kiri, terbang ke samping kanan
  • Headless : Semua sisi drone bisa jadi kepala, atau bagian depan
  • FPV : Live stream Wi-Fi dari kamera ke media monitor, atau smartphone
  • Kit Only : adalah Full badan pesawatnya saja tanpa elektrik
  • Motor Brushless : adalah Dinamo Motor Elektrik tanpa Brushed, sebagai sumber pendorong/penarik pesawat
  • Propeller :  Baling-Baling.      

Sejarah drone

Awal dikenalnya drone sebenarnya tidak berbentuk seperti yang kita lihat saat ini. Melalui sejarahnya yang panjang, drone tercatat pertama kali digunakan di Austria pada tahun 1849. Pada tahun itu, setidaknya ada 200 balon tanpa pilot yang dipasangkan bom dengan tujuan diterbangkan menuju Venesia.
Setelah itu, kurang dari dua dekade, tepatnya pada saat terjadi perang saudara di Amerika mereka juga menerbangkan balon tanpa awak untuk misi pengintaian.
Dilanjutkan pada tahun 1896, samuel P. Langley mengembangkan pesawat tanpa awak yang diterbangkan di atas sungai di dekat washington DC. Pesawat tanpa awak tersebut sukses terbang selama kurang lebih 90 detik.
Kemudian barulah pada perang dunia ke satu, penggunaan pesawat tanpa awak semakin populer terutama untuk misi pengintaian dan untuk melihat pergerakan musuh. Pada saat itu, atau pesawat tanpa awak sudah dibekali dengan berbagai perlengkapan seperti kamera untuk mengambil foto.